Close Menu
DPP PILAR RIDPP PILAR RI

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Selamat Bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan

    Rabu, 23 Oktober 2024

    Nomor Keanggotaan PILAR RI

    Senin, 14 Oktober 2024

    Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara J-Naker dengan Asosiasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Kemnaker RI

    Selasa, 4 April 2023
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Tentang PILAR RI
    • Visi & Misi
    • Pengurus Pusat
    • Keanggotaan PILAR RI
    • Pendaftaran Anggota
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    DPP PILAR RIDPP PILAR RI
    • Home
    • Profile
      • Tentang PILAR RI
      • Visi & Misi
      • Pengurus Pusat
      • Keanggotaan PILAR RI
    • Berita

      Selamat Bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan

      Rabu, 23 Oktober 2024

      Nomor Keanggotaan PILAR RI

      Senin, 14 Oktober 2024

      Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara J-Naker dengan Asosiasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Kemnaker RI

      Selasa, 4 April 2023

      PILAR RI Melakukan Audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia

      Jumat, 13 Januari 2023

      Penyusunan Panduan Expert Member Bersama Kementrian Ketenagakerjaan

      Jumat, 16 Desember 2022
    • Pelatihan & Sertifikasi
    • Regulasi
    • Pendaftaran Anggota
    • Kontak
    Subscribe
    DPP PILAR RIDPP PILAR RI
    Home»Artikel/Gagasan Ilmiah»BURNOUT SYNDROME PADA INSTRUKTUR DAN PERLUNYA SOFT SKILLS
    Artikel/Gagasan Ilmiah

    BURNOUT SYNDROME PADA INSTRUKTUR DAN PERLUNYA SOFT SKILLS

    adminBy adminRabu, 11 Agustus 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BURNOUT SYNDROME PADA INSTRUKTUR DAN PERLUNYA SOFT SKILLS

    Oleh Endes Runi Anisah, S.S., M.A *)

     

    Sebagai seorang instruktur, pernahkah Anda mengalami kejenuhan, rasa capek berkepanjangan, kurang motivasi kerja, atau merasa tidak bergairah ketika akan mengajar? Anda merasa berat mengajar suatu kelas walaupun siswa sangat bersemangat, energik, dan menyenangkan. Jika jawabannya adalah ya, mungkin Anda adalah seseorang yang mengalami burnout syndrome. Sebenarnya apa pengertian burnout syndrome? Apakah gejala tersebut berbahaya? Apa pencegahannya, dan bagaimana menanganinya?

    Secara harafiah, ‘burnout’ berarti ‘terbakar’ atau ‘hangus’. Istilah ‘burnout’ dicetuskan oleh Herbert Freudenberger pada tahun 1973 yang menganalogikan gedung yang ‘burnout’ atau ‘ habis terbakar’. Pada awalnya, gedung tersebut berdiri megah tetapi setelah terbakar gedung itu hanya tampak kerangka saja. Begitu pula dengan seorang instruktur yang mengalami burnout syndrome. Dari luar mereka tampak biasa saja, tetapi mereka cenderung kurang termotivasi untuk mengajar, merasa bosan, kelelahan berkepanjangan, malas bekerja ataupun merasa tidak bisa mengajar. Burnout syndrome banyak dijumpai pada profesional yang bekerja di bidang kemanusiaan  dan berhubungan dengan banyak orang seperti perawat, guru, dosen, instruktur, polisi, dan sebagainya.

    Instruktur merupakan profesi yang kompleks dan banyak menyerap energi baik fisik maupun emosional. Tidaklah heran banyak pengajar mengalami burnout syndrome. Gejala ini dapat diakibatkan oleh berbagai macam hal. Pertama, dari kepribadian instruktur tersebut. Instruktur yang cenderung perfeksionis, berdedikasi, dan antusias akan mudah terkena burnout syndrome karena tuntutan dirinya untuk bekerja atau mengajar dengan baik. Kedua, lingkungan kerja. Beban kerja berlebihan dari organisasi juga menjadi salah satu faktor timbulnya burnout syndrome. Gejala burnout berdampak buruk bagi individu dan organisasi. Seseorang akan terganggu kondisi fisik dan emosi jika terkena burnout syndrome. Organisasi juga terkena imbasnya karena individu akan memberikan pelayanan yang rendah.

    Burnout syndrome jarang dialami oleh seseorang yang mempunyai soft skills baik. Ilah  Sailah (2007) mendefinisikan soft skills sebagai keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (inter personal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra personal skills) yang mampu  mengembangkan secara maksimal unjuk kerja seseorang. Individu yang mempunyai soft skills yang baik akan mampu mengelola dirinya dalam menghadapi beban kerja organisasi, memecahkan masalah, mengendalikan emosi dalam diri, menerima nasihat orang lain, mengatur waktu, dan selalu berpikir positif. Selain itu, individu dengan soft skills baik juga mampu berhubungan atau berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Oleh karena itu, individu yang mempunyai soft skills yang baik cenderung tidak mengalami burnout syndrome.

    Untuk mencegah timbulnya burnout syndrome, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:

    1. Merencanakan segala aktivitas yang akan dilakukan: buatlah perencanaan kegiataan yang akan dilakukan dalam periode waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan;
    2. Memprioritaskan kegiatan yang penting: buatlah skala prioritas dari berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dengan memperhatikan tenggat waktu masing-masing pekerjan;
    3. Menyusun refleksi kegiatan dari hal-hal yang dipelajari: susunlah jurnal refleksi dari hal-hal yang Anda pelajari dalam kurun waktu tertentu;
    4. Mempunyai hobi dan ketertarikan selain di bidang yang digeluti:
    5. Berpikiran positif;
    6. Menyelesaikan masalah dengan cepat dan efisien;
    7. Cukup istirahat dan olahraga;
    8. Mengajar dan bekerja dari hati;
    9. Mengenali batas kemampuan diri;

    Tindakan-tindakan preventif di atas dapat dilakukan oleh individu untuk mencegah burnout syndrome. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa soft skills merupakan bagian penting dari kompetensi seseorang agar berhasil menghadapi tantangan dalam karier maupun kehidupan pribadi.

    *) Penulis merupakan instruktur di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSEMUA INSTRUKTUR PELATIHAN KERJA DIHARAPKAN MASUK PILAR RI
    Next Article Effect of DCRP and DCSP Polarity on The Depth of Penetration of SMAW on Low Carbon Steel ASTM A36 Using E7018 Electrode
    admin
    • Website

    Related Posts

    Artikel/Gagasan Ilmiah

    Punya Artikel atau Gagasan Ilmiyah? Tulis Disini!

    Jumat, 28 Mei 2021
    Artikel/Gagasan Ilmiah

    5 Simple Steps to Peeling Pomegranate

    Selasa, 11 Februari 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Don't Miss
    Berita

    Selamat Bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan

    BosPilarRabu, 23 Oktober 2024

    PILAR RI mengucapkan selamat bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan RI kepada Bapak Prof. Yassierli, S.T., M.T.,Ph.D…

    Nomor Keanggotaan PILAR RI

    Senin, 14 Oktober 2024

    Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara J-Naker dengan Asosiasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Kemnaker RI

    Selasa, 4 April 2023

    PILAR RI Melakukan Audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia

    Jumat, 13 Januari 2023

    Penyusunan Panduan Expert Member Bersama Kementrian Ketenagakerjaan

    Jumat, 16 Desember 2022
    Demo
    Top Posts

    Selamat Bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan

    Rabu, 23 Oktober 20249 Views

    Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara J-Naker dengan Asosiasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Kemnaker RI

    Selasa, 4 April 20239 Views

    Nomor Keanggotaan PILAR RI

    Senin, 14 Oktober 20247 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    Artikel/Gagasan Ilmiah

    Punya Artikel atau Gagasan Ilmiyah? Tulis Disini!

    adminJumat, 28 Mei 2021
    Artikel/Gagasan Ilmiah

    5 Simple Steps to Peeling Pomegranate

    adminSelasa, 11 Februari 2020
    Demo
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    • Tentang PILAR RI
    • Regulasi
    • Pendaftaran Anggota
    • Kontak
    © 2026 DPP PILAR-RI. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.